Lampu Jalan LED bertenaga surya/poles menjadi pilihan yang lebih populer untuk menerangi area publik karena kenaikan biaya energi, harga panel surya dan baterai yang lebih rendah, serta pengenalan teknologi energi terbarukan baru yang menjadikan sistem lampu jalan tenaga surya andal dan efektif. Untuk memahami segala keunggulan lampu jalan LED bertenaga surya, pada blog kali ini kami akan membuat perbandingan antara lampu jalan tradisional dengan lampu/tiang jalan LED bertenaga surya.
Jadi, bagaimana sebenarnya fungsi lampu tenaga surya dan lampu jalan biasa?
Lampu jalan dan tiang yang ditenagai oleh energi matahari menghilangkan kebutuhan untuk menyambungkan ke sistem kelistrikan. Kebutuhan energi mereka dipenuhi secara mandiri karena tidak terhubung dengan jaringan listrik. Sinar matahari siang hari diubah menjadi listrik menggunakan modul fotovoltaik, yang sering disebut panel surya, dan disimpan dalam sistem baterai. Pengontrol muatan surya mengatur tegangan pengisian panel surya, jumlah energi yang disimpan dalam baterai, dan umur keseluruhan sistem penerangan tenaga surya. Sepanjang malam, energi yang tersimpan digunakan untuk menyalakan lampu LED.
Listrik untuk lampu jalan konvensional (tidak terbarukan) seperti metal halida dan natrium tekanan tinggi berasal dari jaringan listrik konvensional.
Biaya Instalasi
Dalam hal pemasangan baru di tempat yang jauh, lampu jalan konvensional memerlukan pemasangan kabel dan pembuatan parit bawah tanah agar dapat tersambung ke jaringan listrik sehingga memerlukan biaya tambahan yang sangat besar, sedangkan lampu jalan LED bertenaga surya jauh lebih mudah dipasang. Anda hanya perlu membuat dasar beton dan memasang tiang surya. Secara keseluruhan untuk satu tiang surya waktu pemasangannya kurang dari satu jam.





